Latih Kekuatan Otot Menggunakan Paralon

Hai Climber, atlet panjat tebing asal Banten Rajiah Salsabillah memanfaatkan paralon untuk melatih kekuatan otot tubuh.

Paralon diisi dengan pasir dan semen untuk menambah beban. Adapun total berat paralon yang ia gunakan kurang lebih 11 kg.

Latihan ini ia lakukan di rumah karena belum bisa berlatih bersama tim di lantaran masih adanya pandemi Covid-19.

Atlet penyumbang emas speed relay di Asian Games 2018 ini rutin berlatih setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Setiap latihan ia membagi waktu menjadi dua sesi.

“Latihan pagi dari pukul 8-10.00 WIB, kalau sore dari pukul 15.00-18.00 WIB,” ujar dia.

Latihan di rumah yang dia lakukan misalnya squad. Biasanya ia memakai beban paralon ketika melakukan squad.

Beban ini fungsinya untuk menjaga dan meningkatkan kekuatan otot tubuh bagian bawah kaki agar lebih kuat saat menopang.

“Ada pull up juga. Biasanya juga pakai beban. Fungsinya supaya membentuk dan menguatkan otot bagian atas bagian pundak dan bahu,” ujar dia.

Latihan pull up itu juga berguna untuk menambah kekuatan genggaman. “Selain itu, saya juga latihan sprint,” jelas dia.

Similar Posts

  • Jadi Tuan Rumah, FPTI Siap Sukseskan IFSC World Cup 2022

    Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sukses melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021 pada Kamis-Jum’at, (9-10/12). Rakernas yang dilaksanakan di Hotel Royal Kuningan berlangsung sangat kondusif dan dipenuhi energi semangat karena dihadiri oleh semua pengurus pusat dan pengurus provinsi dari 31 Provinsi. Semua pengurus yang hadir mempunyai semangat dan kemauan yang sama, yaitu menyukseskan gelaran terakbar…

  • CLIMBING HISTORY: Mempertahankan Tradisi Juara Speed Dalam Asian Champhionship 2018 Jepang  

    Hai Climber, Kota Kurayoshi di Perfecture Tottori, Jepang, menjadi saksi ketangguhan Timnas Panjat Tebing Indonesia dalam kejuraan kelas dunia. Dalam ajang Asian Championship yang digelar 7 – 11 November 2018, Alfian M. Fajri, Aspar Jaelolo, Sabri, Agustina Sari dan Aries Susanti Rahayu, sukses mengharumkan bangsa Indonesia dengan memborong 5 dari 6 medali dalam nomor Speed…

  • Jatim dan Jateng Berbagi Puncak Klasemen Panjat Tebing Pomnas XVIII 2023 Kalsel

    Kontingen Jawa Timur dan Jawa Tengah berbagi puncak klasemen akhir perolehan medali cabang olahraga panjat tebing dalam Pomnas XVIII 2023 di Pelaihari, Kalimantan Selatan, 15 – 21 November 2023. Baik Jatim maupun Jateng, sama-sama mengoleksi dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Sementara itu, kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki posisi ketiga dengan satu emas…

  • 19 Atlet Nasional Ikuti IFSC Climbing World Cup 2022 di Chamonix, Perancis

    Perancis-Atlet nasional Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) saat ini sedang berada di Eropa guna mengikuti turnamen panjat tebing dunia atau International Federation of Sport Climbing World Cup (IFSC WC) 2022 yang dihelat di Chamonix, Perancis. Sebelum pandemi, Alfian M Fajri pernah menjuarai Mens Speed WR di tempat ini pada 2019 yang lalu. Dalam turnamen yang…

  • National Series 2 Piala Bupati Kutai Timur, Atlet Tuan Rumah Sabet Emas

    Kutai Timur–Atlet tuan rumah Kutai Timur Ahmad Fauzan sukses membuat para pendukungnya bangga setelah menyabet emas dalam final speed U-13 putra. Melawan Hafiz Buana Wijaya dari Warrior Climbing Club Surabaya, Fauzan mencatatkan waktu 8,51 detik. Sedangkan Hafiz harus puas dengan medali perak setelah mengalami fall. Ada pun medali perunggu diraih atlet Eiger Climbing Club Makasar…

  • Panjat Tebing Indonesia Kawinkan Perak Speed Relay di Asian Games 2022

    Tim panjat tebing Indonesia kembali mengumpulkan medali dalam 19th Asian Games di Hangzhou, China. Kali ini, Indonesia mampu mengawinkan medali perak untuk kategori speed relay putra dan putri. Sayangnya, capaian ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan pada Asian Games 2018 di mana di nomor yang sama Indonesia mampu mengawinkan medali emas. Pada final speed relay, Rabu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *