Bassa Mawem Cetak Rekor Olimpiade di Speed WR Putra dengan 5,45 Detik

Panjat tebing memulai debutnya di ajang Olimpiade Tokyo 2020 dengan mempertandingkan nomor combined. Momen bersejarah ini diwarnai pencatatan rekor oleh pemanjat asal Prancis Bassa Mawem untuk kategori speed world record, Selasa (3/8/2021).

Dilansir dari laman Olympics.com, Bassa Mawem menjadi yang tercepat dalam babak kualifikasi nomor speed putra yang menjadi salah satu disiplin dari combined. Dalam momen ini, setiap pemanjat diberikan dua kesempatan memanjat. Di mana catatan waktu tercepat mereka menentukan peringkat.

Bassa Mawem melaju kencang di papan speed di Aomi Urban Sports Park. Ia berhasil mencatatkan waktu 5,45 detik yang secara otomatis menjadi rekor Olimpiade.

Pemanjat tuan rumah, Tomoa Narasaki berada di urutan kedua dengan mencatatkan waktu 5,94 detik diikuti Mickael Mawem, adik Bassa Mawem di urutan ketiga dengan 5,95 detik.

Untuk menentukan siapa juara sebenarnya, para pemanjat masih harus berjuang di dua disiplin lagi yakni boulder dan lead. Dari ketiga disiplin inilah, siapa yang terbaik secara keseluruhan yang akan berhak membawa pulang medali emas dan menjadi juara pertama kali di Olimpiade.

Similar Posts

  • National Series 2 Piala Bupati Kutai Timur, Aditya Tri Syahria dan Alivany Ver Khaddijah Menjadi yang Tercepat di Nomor Speed

    Kutai Timur–Aditya Tri Syahria dari Purbalingga berhasil menjadi yang tercepat dalam adu mekanik di final nomor Speed World Record Kategori Umum, Sabtu (25/10). Melawan Fatih Nashir Maamar dari Slompn Kemenpora di babak big final, Aditya mencatatkan waktu 5,54 detik, unggul dari Fatih yang mencatatkan waktu 7,39 detik. Ada pun medali perunggu diraih Joshi Aji Prasetyo…

  • Atlet Panjat Tebing Indonesia Tunjukkan Dominasi di Neom IFSC Masters 2023 Arab Saudi

    Atlet speed putra dan putri Indonesia menunjukkan dominasinya di kompetisi Neom IFSC Masters 2023 di Arab Saudi. Penampilan apik mereka mampu membuahkan 5 medali sekaligus. Tiga atlet speed putri Indonesia berhasil menyabet 3 medali sekaligus setelah terjadi All Indonesian final di partai final yang mempertemukan Rajiah Salsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Di partai…

  • Abudzar Yulianto, Makin Tua Makin Jadi

    Hai Climber! Tua tua keladi, makin tua makin jadi. Julukan ini melekat pada atlet panjat tebing kelahiran Gresik, 30 juli 1985 Abudzar Yulianto. Meski usia tak lagi muda, hal itu tak menghalangi ia untuk terus eng prestasi. Salah satunya raihan medali emas dalam ajang Kia World X Games 2008 di Shanghai, China. Medali ini merupakan…

  • 143 Atlet Ramaikan Cartens Wall Climbing Competition se Jawa Bali

    Jepara–Sebanyak 143 atlet mengikuti Cartens Wall Climbing Competition (CWCC) yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam Cikara Rimba Tilas Buana (Mapala Cartens) di Sport Center Unisnu Jepara, Kamis-Minggu (24-27/7). Para atlet berasal dari 60 klub yang tersebar di Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur serta Jawa Tengah. Selama empat hari gelaran CWCC mereka memperebutkan 6 medali…

  • Mei, Bulan ‘Lahirnya’ si Spiderwoman

    Climber, Mei merupakan bulan yang istimewa dan berkesan untuk Aries Susanti. Dua tahun lalu, tepatnya 6 Mei 2018, atlet asal Grobogan, Jawa Tengah ini pertama kalinya menyandang gelar dunia. Sejak saat itulah, ia dijuluki Spiderwoman.

  • JCC Siap Menelurkan Pemanjat Tebing Andal

    Hai Climber, di Daerah Istimewa Yogyakarta ada sebuah klub panjat tebing yang menjadi Kawah Candradimuka para pemanjat tebing. Jogjakarta Climbing Club atau disingkat JCC namanya. Tahukah kalian, JCC diawali dari ajang kumpul-kumpul para orang tua yang dulunya adalah alumni pencinta alam. “Nah, liat aktivitas anak-anak pencinta alam yang lagi manjat. Kita juga keluarga itu bawa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *