VIDEO | Pandemi Covid-19, Veddriq Leonardo Fokus Jaga Kebugaran

Atlet panjat tbeing peraih medali emas nomor speed world record Asian Championship 2019 Veddriq Leonardo dipaksa berlatih boulder selama pandemi Covid-19. Barang tentu, bagi atlet asli Pontianak, Kalimantan Barat ini, sangat berat. Apalagi, selama ini atlet yang dijuluki Si Darah Dingin ini dikenal sebagai atlet spesialis speed.

Namun, inilah yang terbaik bagi Veddriq untuk menjaga kebugaran mengingat dirinya tidak bisa berlatih di wall dengan leluasa akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Similar Posts

  • Festival Panjat Tebing Anak Nusantara: 350 Anak Ramaikan Pembukaan FAN

    Pembukaan Festival Panjat Tebing Anak Nusantara pada Rabu (29/6) berlangsung meriah. Menampilkan tari Jampi Gugat dari Sanggar Seni Kinanti Sekar yang bersemangat, 350 pemanjat cilik tak ada yang beranjak. Semua antusias mengikuti. Pembukaan juga dihadiri Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP FPTI Caly Setyawan dan Ketua Harian FPTI Pengprov Daerah Istimewa Jogjakarta Amar Syah

  • Tribute Legend Climbers, Apresiasi bagi Para Pionir Pemanjat Tebing Indonesia

    Bogor – Hi Climbers, Rockmaster Indonesia yang selama ini mewadahi para legenda panjat tebing Indonesia baru saja menggelar acara Tribute Legend Climber. Acara dilaksanakan di tebing Kikoja yang berada di kawasan Klapanunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7). Acara Tribute Legend Climbers ini bertujuan untuk memberikan apresiasi atas dedikasi para pemanjat tebing lawas dalam…

  • Festival Panjat Tebing Anak Nusantara: Final Speed U6-9

    Setiap kegiatan di Festival Panjat Tebing Anak Nusantara 2022 selalu berlangsung meriah, termasuk babak Final Speed 6-9 tahun. Kualifikasi ini berlangsung pada hari Jum’at, 1 Juli. Buat Climber Kids dan para penonton yang sudah meramaikan, kamu keren banget!

  • PROFIL | Isma Tukha dan Semangat Pemanjat Anak Pasangan Tuna Netra

    Isma Tukha baru berumur 14 tahun. Namun, belasan medali sudah ia raih dari berbagai kejuaraan panjat tebing di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Bukan raihan medali yang membuat kita harus menaruh hormat, tapi, semangatnya melawan keterbatasan ekonomi yang harus kita puji. Isma, lahir dari pasangan tuna netra yang mengandalkan hidup dari jasa pijat. Simak kisah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *