PROFIL | Ramaski dan Perjuangan untuk Ibu yang Alami Kebocoran Jantung

VIDEO PROFIL Ramaski dan Perjuangan untuk Ibu yang Alami Kebocoran Jantung


Ramaski Awsin Kristanto, atlet panjat tebing kelahiran Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta ini rela bekerja menjadi kuli pasir agar bisa beli bensin untuk berlatih di Jogjakarta. Meski gagal menembus Pelatnas Junior, namun perjuangannya untuk Ibu tak bakal surut. Ramaski akan terus memanjat untuk Ibunya yang menderita kebocoran jantung.

Similar Posts

  • CLIMBING HISTORY | Dominasi Indonesia di Panjat Tebing

    Indonesia berhasil menjadi juara umum di cabang olahraga panjat tebing setelah mendominasi perolehan medali baik di nomor perongangan maupun beregu. Di nomor perorangan putri Indonesia mendapatkan medali emas dan perak melalui Aries Susanti Rahayu dan Puji Lestari. Sedang di nomor perorangan putra, Indonesia mendapatkan medali perunggu melalui Aspar Jaelolo. Di nomor beregu, Indonesia merebut dua…

  • CLUB | Belajar Manjat dan Melatih Kemandirian Anak di Jogjakarta Climbing Club

    Berdiri pada tahun 2018, Jogjakarta Climbing Club merupakan salah satu klub panjat tebing yang berfokus pada pembinaan anak usia dini. Memiliki pelatih dan pembuat jalur panjat berlisensi nasional, klub ini menjadi kawah candradimuka bagi para calon pemanjat. Meski demikian, klub ini tidak semata ingin melahirkan atlet, tapi, lebih dari itu, menanamkan filosofi panjat sejak dini:…

  • Kilas Balik Panjat Tebing di Era Pandemi

    Harapan menyongsong 2020 dengan deretan prestasi gemilang seperti tahun 2019 pupus akibat pandemi. Padahal, Indonesia baru saja mengukuhkan diri sebagai peringkat 4 dunia dalam nomor speed. Selain sukses memperoleh 5 medali dalam ajang Sea Games 2019, Indonesia juga berhasil menjadi juara umum dalam Asian Championship 2019. Dalam kejuaraan yang diikuti 200 atlet panjat tebing dari…

  • PROFIL | MOTHER’S DAY – Kisah Spiderwoman dan Ibunya

    Tidak banyak yang tahu kisah Aries Susanti Rahayu saat kecil. Spiderwoman Indonesia ini harus berjauhan dengan sang Ibu yang saat itu harus bekerja menjadi buruh migran di luar negeri. Untuk mengobati kangen, Aries bahkan harus berteriak ke gentong tempat air. Simak kisah selengkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *