Sebanyak tujuh atlet panjat tebing Indonesia telah berada di Madrid, Spanyol untuk mengikuti World Climbing Series Madrid disiplin speed yang digelar pada Minggu (31/5). Para atlet memanfaatkan waktu yang tersedia sebelum kompetisi dengan latihan untuk mencari feel kompetisi.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia sekaligus Sekjen Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan pada sesi latihan di Madrid, tim hanya mencari feel kompetisi untuk membangun dan merasakan atmosfer kompetisi yang nyata dan memacu adrenalin.
Latihan juga dimanfaatkan sebagai sarana penyesuaian tubuh terhadap perubahan kondisi lingkungan baru. “Latihan kemarin materinya hanya mencari feel kompetisi juga aklimatisasi dengan cuaca. Lebih ke melihat kesiapan anak-anak menjelang pertandingan,” ujar dia.
Ia menjelaskan, persiapan para atlet untuk mengikuti kompetisi ini sudah maksimal. Namun, ia tidak memungkiri ada beberapa atlet yang dihantui dengan cedera. Ia berharap, para atlet mampu menggapai hasil terbaik.
“Persiapan sudah maksimal walaupun beberapa masih dihantui cedera. Bismillah kita lihat hasilnya besok,” papar dia.
Sebelumnya, sebanyak tujuh atlet panjat tebing andalan Indonesia bertolak ke Madrid, Spanyol pada Rabu (27/5) untuk mengikuti World Climbing Series di Alcobendas, Madrid, Spanyol, 28-31 Mei 2026.
Ketujuh atlet akan turun di nomor speed putra dan putri. Tim putra Indonesia diperkuat empat atlet yakni Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, dan Aditya Tri Syahria. Sementara itu, tim speed putri diperkuat tiga atlet yakni Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Salsabillah, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.








